Showing posts with label TUGAS. Show all posts
Showing posts with label TUGAS. Show all posts

Monday, June 22, 2015

TUGAS KE-4 : AKUNTANSI INTERNASIONAL (KASUS 12-1)

Kasus 12-1
Muscle Max: Pelatih Pribadi Anda Sendiri

Muscle Max-Asia, sebuah perusahaan afiliasi yang dimiliki seluruhnya oleh sebuah induk perusahaan dari Prancis, berfungsi sebagai kantor pusat regional yang menjalankan kegiatan di kawasan Asia Pasifik. Perusahaan itu menikmati otonomi besar dari induk perusahannya di Perancis ketika melaksanakan kegiatan utamanya dalam bisnis, memproduksi dan menjual Muscle Max, suatu alat angkat berat komersial yang dapat digunakan pada klub olahraga atau di rumah. Muscle Max Asia memiliki afiliasi manufaktur di Malaysia dan Canton (Negeri China) dan outlet distribusi di Australia Austria, Jepang, Selandia Baru, Negara Korea Selatan, dan Singapura. Perusahaan berencana untuk memperluas operasinya ke negara-negara Kawasan Pasifik lainnya dalam waktu beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan

Sunday, June 21, 2015

BAB XI PENETAPAN HARGA TRANSFER DAN PERPAJAKAN INTERNASIONAL

KONSEP AWAL
Rumitnya hukum dan aturan yang menentukan pajak bagi perusahaan asing dan laba yang dihasilkan diluar negeri sebenarnya berasal dari beberapa konsep dasar. Konsep ini mencakup istilah :
  • Netralis pajak, berarti pajak tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan alokasi sumber daya
  • Equitas pajak, berarti wajib pajak yang menghadapi situasi yang mirip serupa semestinya membayar pajak yang sama tetapi terdapat ketidaksetujuan antar bagaimana menginterprestasikan konsep ini.

KEANEKARAGAMAN SISTEM PAJAK NASIONAL
Pengelolaan yang efektif atas potensi pajak memerlukan adanya pemahaman sistem-sistem pajak nasional yang sangat berbeda dari suatu negara ke negara lain. Perbedaan berkisar dari jenis pajak dan beban pajak hingga perbedaan dalam penilaian pajak dan filosofi penagihan.

Jenis-jenis Pajak
  • Pajak Penghasilan Perusahaan, mungkin digunakan secara lebih luas untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak utama lainnya dengan kemungkinan pengecualian untuk bead an cukai.
  • Pajak pungutan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap dividen, bunga, dan pembayaran royalty yang diterima oleh investor asing.
  • Pajak pertambahan nilai merupakan pajak konsumsi yang ditemukan di Eropa dan Kanada. Pajak ini umumnya dikenakan terhadap nilai tambah dari setiap tahap produksi atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk total penjualan dikurangi dengan pembelian dari unit penjual perantara.
  • ajak perbatasan seperti bea cukai dan bea impor umumnya ditujuan untuk menjaga agara barang domestic dapat bersaing harga dengan barang impor. Dengan demikian pajak yang dikenakan terhadap impor umumnya dilakukan secara parallel dan pajak tidak langsung lainnya dibayarkan oleh produsen domestic barang yang sejenis.
  • ajak transfer/pengiriman merupakan jenis pajak tidak langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap pengalihan (transfer) objek antarpembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh yang penting terhadap keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.

Beban Pajak

Friday, June 19, 2015

BAB X MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Manajemen Resiko Keuangan
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Pentingnya Manajemen Resiko Keuangan
  • Pertumbuhan jasa manajemen resiko yang cepat menunjukan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan resiko keuangan.
  • Adanya harapan yang besar dari investor pihak-pihak berkepentingan lainya, agar manajer keuangan mampu mengidentifikasikan dan mengelola resiko pasar yang dihadapi secara aktif.

Tujuan Manajemen Risiko
Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan resiko pasar.
Meskipun volatilitas harga atau tingkat, akuntan manajemen perlu mempertimbangkan resiko lainnya:

Saturday, May 30, 2015

TUGAS KE-3 : AKUNTANSI INTERNASIONAL (KASUS 10-1)

Kasus 10-1
Analisis investasi asing : Masalah yang membingungkan?

Berdasarkan informasi yang disediakan, bersama dengan apa yang telah dipelajari pada Bab 6, tentukan apakah MBI merupakan kandidat akuisisi yang menarik?

Jawab: Menurut saya, MBI meupakan kandidat akuisisi yang menarik, karena merupakan sebuah perusahaan multinasional berbasis di AS yang beroperasi di sejumlah besar negara. Jika lihat statistik kinerja operasi luar negeri yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi untuk tahun 2002, 2003 dan 2004, laba bersih yang dihasilkan selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya terbukti bahwa efektif dalam menghasilkan laba berdasarkan aset atau modal yang dimiliki.

BAB IX PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN

A.    Pembuatan Model Usaha
Penentuan model usaha merupakan gambaran besar dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan dan evaluasi rencana bisnis jangka panjang suatu perusahaan. Alat Perencanaan
Suatu sistem dapat diterapkan untuk mengumpulkan informasi atas pesaing dan kondisi pasar. Baik pesaing dan kondisi pasar dianalisis untuk melihat pengaruh keduanya terhadap kedudukan persaingan dan tingkat keuntungan perusahaan. Salah satu alat tersebut adalah analis WOST-UP. Analisis ini menyangkut kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Teknik ini membantu manajemen dalam menghasilkan serangkaian strategi yang dapat dijalankan.

B.     Penganggaran Modal
Terdapat beberapa prosedur untuk menentukan struktur modal yang optimum dari suatu perusahaan, mengukur biaya modal suatu biaya perusahaan, dan mengevaluasi alternatif investasi berdasarkan kondisi ketidakpastian. Adaptasi oleh perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran yaitu:
  • Menentukan pengembalian yang relevan untu investasi multinasional.
  • Mengukur ekspektasi arus kas
  • Menghitung biaya modal perusahaan multinasional

Adaptasi ini memberikan data yang mendukung pilihan strategis. Sudut Pandang Hasil Keuangan Pengembalian dari dua sudut pandangf ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal :

BAB VIII ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

PELUANG DAN TANTANGAN DALAM ANALISIS LINTAS BATAS
Sejumlah negara memiliki perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas pengungkapan, sistem hukum dan undang-undang, sifat dan ruang lingkup risiko usaha, dan cara untuk menjalankan usaha. Perbedaan ini berarti alat-alat analisis yang sangat efektif di satu wilayah menjadi kurang efektif diwilayah lain. Para analisis juga sering menghadapi tantangan besar untuk memperoleh informasi yang kredibel. Di kebanyakna pasar berkembang, para analisis keuangan sering memiliki tingkat keyakinan atau keandalan yang terbatas.

Analisis dan penilaian keuangan internasional ditandai dengan banyaknya kontrakdiksi. Disatu sisi, begitu cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia. Analisis strategi bisnis merupakan langkah penting pertama dalam analisis pelaporan keuangan. Analisis ini memberi pemahaman kualitatif atas perusahaan dan para pesaingnya terkait dengan lingkungan ekonominya. Dengan mengidentifikasi faktor pendorong laba dan resiko usaha yang utama, analisis strategi bisnis atau usaha akan membantu para analisis untuk membuat peramalan yang realitis.

Globalisasi pasar modal, kemajuan dalam tekologi informasi dan kompetisi antar pemerintah nasional, bursa efek dan perusahaan-perusahaan untuk menarik investor, dan kegiatan perdangan yang meningkat masih terus berlanjut. Secara bersama-sama kekuatan ini memberikan insentif bagi perusahaan untuk memperbaiki praktik pelaporan keuangan eksternal mereka.

Globalisasi dan perbaikan dalam akuntansi dan pengungkapan internasional yang masih berlanjut mengaburkan perbedaan antara analisis keuangan lintas batas dan dalam suatu wilayah.

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS AKUNTANSI

BAB VII HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

PERBEDAAN HARMONISASI DAN STANDARISASI YANG BERLAKU DALAM STANDAR AKUNTANSI
Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktek akuntansi dengan menentukan batasan – batasan seberapa besar praktek – praktek tersebut dapat beragam. Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparatibilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai Negara.
Istilah harmonisasi dan standardisasi berbeda, standardisasi berarti penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit dan bahkan mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Penerapan standar internasional di dalam akuntansi bersifat sukarela dan tergantung, untuk diterima, pada niat baik dari mereka yang menggunakan standar akuntansi. Situasi termudah akan muncul ketika suatu standar internasional hanya merupakan tiruan dari standar nasional. Ketika standar nasional dan internasional berbeda satu sama lain praktek yang ada dewasa ini adalah mengunggulkan standar nasional.

Sedangkan untuk harmonisasi jauh lebih fleksibel (luwes) dan terbuka, sehingga tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam beberapa tahun terakhir. Jadi istilah harmonisasi sebagai kebalikan dari standardisasi memilki arti sebuah rekonsiliasi atas berbagai sudut pandang yang berbeda. Istilah ini lebih bersifat sebagai pendekatan praktis dan mendamaikan daripada standardisasi, terutama jika standardisasi berarti prosedur-prosedur yang dimiliki oleh satu negara hendaknya diterapkan oleh semua negara yang lain. Harmonisasi menjadi suatu bagian yang penting untuk menghasilkan komunikasi yang lebih baik atas suatu informasi agar dapat diartikan dan dipahami secara internasional.

PRO DAN KONTRA HARMONISASI STANDARISASI INTERNASIONAL
Keuntungan harmonisasi akuntansi internasional:Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
  • Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portfolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang.
  • Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
  • Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.

Kritik atas standar internasional:

Tuesday, April 21, 2015

TUGAS KE - 2 : AKUNTANSI INTERNASIONAL (KASUS 5-2)

Kasus 5-2 
Lihat dulu, Baru percaya

1. Diskusikan paling tidak lima ciri yang memperkirakan level pengungkapan yang rendah di Meksiko. Respon anda harus berdasarkan atas ulasan materi yang ada di bab 2 dan bab 4 ini, sebagai tambahan dari kasus diatas.
  • Sumber pembiayaan Sektor swasta di Meksiko sebagian besar telah di danai oleh kelompok-kelompok keluarga dan Bank. Sangat berkorelasi dengan rendahnya tingkat pengungkapan.
  • Keterlibatan pemerintah Beberapa industri telah dibuat privasi. Banyak perusahaan dimeksiko masih dimiliki oleh pemerintah, bank-bank dan kelompok kelompok keluarga yang membiayai swasta tradisional telah mempertahankan hubungan dekat dengan pejabat publik.
  • Sistem hukum Meksiko Sistem hukum kode negara di meksiko memang rendah. Namun profesi akuntansi meksiko pada saat lalu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan AS dan sebagian besar memiliki sistem hukum kode.
  • Tingkat pembangunan ekonomi Relatif sedikit lebih berkembang dari Eropa barat dan negara-negara Anglo-Amerika. Pengungkapannya juga relatif rendah.
  • Tingkat perlindungan pemegang saham. Persyaratan hukum relatif rendah.


2. Diskusikan ciri atau fitur yang memperkirakan level pegungkapan tinggi di Meksiko.

Sunday, April 19, 2015

BAB VI PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA

DEFINISI PERUBAHAN HARGA
Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan dalam harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang terpisahkan dalam bisnis internasional. Untuk memahami istilah perubahan harga (changing princes), kita harus membedakan antara pergerakan harga umum dan pergerakan harga spesifik, yang keduanya termasuk dalam istilah perubahan harga itu. Suatu perubahan harga umum terjadi apabila secra rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut deflasi (deflation).
Inflasi telah menjadi fakta yang penting dan tetap di hampir semua Negara di dunia. Perubahan nilai mata uang moneter bener-bener diakui para akuntan dewasa ini, tetapi tedapat pertentangan mengenai cara teoritis dan praktis untuk menyelesaikannya. Di Amerika Serikat, FASB Statetment No. 33 mangharuskan pengungkapan khusus oleh perusahaan-perusahaan besar tertentu, tetapi tidak merinci kaitan pengungkapan ini dengan laporan keuangan utama. Unit moneter yang tidak stabil adalah suatu kendala penfukuran dalam pendekatan induktif-deduktif terhadap teori akuntansi.

1.   LAPORAN KEUANGAN DAPAT MEMILIKI POTENSI UNTUK MENYESATKAN SELAMA PERIODE PERUBAHAN HARGA
Selama periode inflasi, nilai aktiva yang di catat sebesar biaya akuisisi awalnya jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Ketidakakuratan pengukuran ini mendistorsi (1) proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis (2) anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja dan (3) data kinerja yang tidak dapat mengisolasi pengaruh inflasi yang tidak dapat dikendalikan. Laba yang dinilai lebig pada gilirannya akan menyebabkan :

Thursday, April 16, 2015

BAB V TRANSLASI MATA UANG ASING (BAGIAN I DAN II)

1.     Perbedaan Translasi dan Konversi Antar Mata Uang Asing
Translasi mata uang asing adalah proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Sedangkan konversi antar mata uang asing adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik.
Perbedaannya adalah, Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah necara yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi. Sedangkan konversi, memungkinkan adanya pertukaran fisik yang terjadi dan ada transaksi terkait yang terjadi.

2.    Istilah Dalam Translasi Mata Uang Asing
Istilah dalam transaksi mata uang asing, sebagai berikut:
  • Konversi, merupakan pertukaran suatu mata uang ke dalam mata uang lain.
  • Kurs kini, merupakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal laporang keuangan yang relevan.
  • Posisi aktiva bersih yang beresiko, merupakan kelebihan aktiva yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditranslasikan dengan menggunakan kurs kini dari kewajiban yang diukur atau berdenominasi dalam mata uang asing dan ditranslasikan dengan menggunakan kurs kini.
  • Kontrak pertukaran forward, merupakan suatu perjanjian untuk mempertukarkan mata uang dari Negara yang berbeda dengan menggunakan kurs tertentu (kurs forward) pada tanggal tertentu di masa depan.
  • Mata uang fungsional, merupakan mata uang utama yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Biasanya mata uang tersebut adalah mata uang Negara dimana perusahaan itu berlokasi.
  • Kurs histories, merupakan kurs nilai mata uang asing yang digunakan pada saat suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dibeli atau terjadi.
  • Mata uang pelaporan, merupakan mata uang yang digunakan perusahaan dalam menyusun laporan keuangan.
  • Kurs spot, merupakan nilai tukar untuk pertukaran mata uang dalam waktu segera.
  • Penyesuaian translasi, merupakan penyesuaian yang timbul dari proses translasi laporan keuangan dari mata uang fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya.

Daftar istilah translasi mata uang asing yang diadaptasi dari PSAK (SFAS) no.52, 1981.

Monday, April 13, 2015

BAB IV PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN

1.      Perkembangan Pengungkapan
Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya, dan faktor-faktor lainnya. Perbedaan nasional dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Di Amerika serikat, Inggris dan negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan. Di kebanyakan negara-negara lain (seperti Prancis, Jepang dan beberapa negara pasar yang berkembang), Kepemilikan saham masih masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank (dan atau pemilik keluarga) secara tradisional menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Bank-bank ini, kalangan dalam dan lainnya memperoleh banyak informasi mengenai posisi keuangan dan aktivitas perusahaan.

2.      Pengungkapan Sukarela
Manajer memiliki informasi yang lebih baik dari pihak luar mengenai performa perusahaan mereka saat ini dan ke depannya. Manajer berinisiatif untuk mengungkap informasi seperti itu secara sukarela. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analisis keuangan dan investor. meningkatkan likuiditas dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan yang paling terkini menyokong pandangan bahwa perusahaan bias mencapai keuntungan dalam pasar modal dengan mempertinggi pengungkapan mereka secara sukarela.
Investor diseluruh dunia menurut informasi yang mendetail dan berkala, tingkat pengungkapan sukarela meningkatakan Negara dengan pasar  yang telah maju dan baru muncul. Dalam sebuah karya ilmiah klasik, penulis berpendapat bahwa komunikasi manajer dengan investor tidak sempurna ketika:
·        Manajer memiliki informasi kuat tentang perusahaan mereka
·        Insentif manajer tidak sesuai dengan bunga dari semua pemegang saham
·        Peraturan akuntansi dan audit tidak sempurna.
Bukti-bukti kuat mengindikasikan bahwa manajer perusahaan sering memiliki insentif yang besar untuk menunda pengungkapan berita buruk, “mengatur” laporan keuangan mereka untuk memastikan kesan perusahaan yang lebih positif, dan menekankan keadaan dan prospek keuangan perusahaan. Persasingan yang buruk tercipta ketika pemilik informasi dibentuk oleh public mungkin mengimbangi keuntungan dari pengungkapan secara penuh.
Walaupun mekanisme ini bisa mempengaruhi praktik dengan kuat, manajer biasanya meliputi bahwa keuntungan yang tidak terpenuhi dengan kebutuhan laporan biaya berlebihan. Dengan demikian,Pemilihan pengungkapan manajer mencerminkan keseluruhan akibat keperluan pengungkapan dan insentif mereka untuk menguraikan informasi dengan sukarela. Sejumlah aturan, seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan pengesahan oleh pihak ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya pasar. Aturan akuntansi mencoba mengurangi kemampuan manjer dalam mencatat transaksi-transaksi ekonomi dengan carayang tidak mewakili kepentingan terbaik pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu, lengkap dan akurat.

3.      Ketentuan Pengungkapan Wajib

Thursday, March 19, 2015

TUGAS KE - 1 : AKUNTANSI INTERNASIONAL (KASUS 2-1)

Kasus 2-1
Apakah Klasifikasi Akuntansi Telah Ketinggalam Zaman

1Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukakan Cairn bahwa klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini? Apakah usaha – usaha untuk mengklasifikasikan akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman? Mengapa atau mengapa tidak?
Menurut pendapat saya tidak setuju dengan apa yang dikemukakan Cairn. Karena mengklasifikasikan akuntansi sangatlah bermanfaat di zaman ini, zaman yang semakin maju di bidang IPTEK, akan mempengaruhi dibutuhkannya pengklasifikasian akuntansi. Teutama bagi perusahaan-perusahaan yang sudah Go Publik bahkan sudah bertaraf Internasional. Karena dalam pengklasifikasian akuntansi, sangat berguna sebagai suatu alat atau infomasi bagi para pengambil keputusan di dalam sebuah perusahaan.

2. Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan menjadi semakin mirip dengan di kalangan perusahaan "kelas dunia" - perusahan-perusahaan multinasional terbesar di dunia -dan khususnya yang mencatatkan sahamnya di bursa efek utama seperti London, New York dan Tokyo. Apakah relevansinya pendapat ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini?
Menurut pendapat saya perusahaan-perusahaan multinasional yang sekarang sudah cukup baik dalam menyesuaikan laporan keuangan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi internasional. Hal yang memang harus dilakukan, karena akuntansi sebuah perusahaan yang baik adalah yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan akuntansi internasional. Selain itu, faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah bahwa perkembangan yang semakin pesat mewajibkan perusahaan-perusahaan multinasional untuk menyeragamkan pelaporan keuangan menjadi suatu metode kaidah atau aturan yang harus di tetapkan. Sehingga informasi yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi para akuntan di belahan dunia. Jadi, menurut saya pernyataan tersebut tidak sesuai dengan yang terjadi saat ini.

Wednesday, March 18, 2015

BAB III AKUNTANSI KOMPARATIF (BAGIAN I DAN II)

Akuntansi Komparatif I

1.     Standar Akuntansi Dan Penentuan Standar

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Dengan demikian standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar. Namun praktik sebenarnya mungkin berbeda dari yang ditentukan oleh standar. Terdapat empat alasan untuk menjelaskan hal ini :
·      Di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif.
·       Secara sukarela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyakdaripada yang diharuskan.
·    Beberapa negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik.
·     Di beberapa negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Auditing berhubungan parallel dengan jenis sistem hukum dan peranan serta tujuan pelaporan keuangan. Profesi auditing cenderung untuk dapat mengatur sendiri di negara-negara yang menganut penyajian wajar. Auditor juga lebih dapat melakukan pertimbangan apabila tujuan audit adalah untuk melakukan atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan. Di negara tersebut tujuan utama audit adalah untuk memastikan bahwa catatan dan laporan keuangan perusahaan sesuai dengan ketentuan hukum.

2.     Sistem Akuntansi Di Negara-negara Maju

Tuesday, March 17, 2015

BAB II PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

1.     Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Dunia Akuntansi

Dewasa ini perkembangan tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu sebagai berikut :
·       Sumber pendanaan
Pada negara yang memiliki pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait. Sedangkan dalam Negara yang menerapkan sistem berbasis kredit, memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
·       Sistem hukum
Dunia barat mempunyai dua orientasi dasar yaitu hokum kode (sipil) dan hokum umum (kasus). Hukum kode diambil dari hukum Romawi dan kode napoleon. Di Negara-negara yang menerapkan hukum kode, aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap serta mencakup banyak prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. Aturan akuntansi menjadi adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi profesional sektor swasta.
·       Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya guna keperluan pajak. Namun, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu, yang berbeda dengan prinsip akuntansi keuangan.
·       Ikatan politik dan ekonomi
Banyak Negara berkembang yang menerapkan system akuntansi yang dikembangkan oleh bangsa lain, entah karena paksaan ataupun

Monday, March 16, 2015

BAB I PENGERTIAN DAN LINGKUP AKUNTANSI INTERNASIONAL

BAB 1
1.     Pengertian Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk antar negara, pembandingan prisip-prinsip akuntansi di negara - negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.

Perbedaan akuntansi internasional dengan akuntansi lain terdapat pada :
·    Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinasional company – MNC).
·    Operasi transaksi melintasi batas – batas negara.
·    Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.

Perbedaan akuntansi internasional membawa sejumlah permasalahan dari sudut pandang analisis keuangan.
·  Sebagai usaha untuk menilai perusahaan asing, ada kecenderungan untuk melihat pendapatan dan data finansial yang lain dari sudut pandang negara asalnya, dan karena adanya bahaya dari mengabaikan efek dari perbedaan akuntansi. Kecuali perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat serius.
·  Kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran.
·   Persoalan dari sifat yang bisa dibandingkan dan harmonisasi akuntansi yang diulas dalam konteks dari kesempatan investasi alternatif.

Perbedaan yang timbul disebabkan oleh :

Sunday, November 09, 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Nama Kelompok:
·        Belli Febriani         21211456
·        Istiana Khairany     23211744
·        Isye Siti Sarah        23211746
·        Mifta Huljannah     24211468
·        Nisa Nur Hikmah   25211188
·        Nuriyanti Oktavia   25211357
·        Nurul Sukma Putri  25211411
·        Amanda Safrida     20211658
·        Benedictus A.         21211458

·        Iven Pundawa        27211989

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN, VOL. 11, NO. 1, MEI 2009: 13-20

Pengaruh Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan,
dan Etika Profesi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas
Akuntan Publik

Arleen Herawaty dan Yulius Kurnia Susanto
Trisakti School of Management
Email: arleen@stietrisakti.ac.id, siou_chiang@yahoo.com

ABSTRAK

Untuk mempertahankan kepercayaan dari klien dan para pemakai laporan keuangan, akuntan publik dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai. Adapun kompetensi tersebut adalah profesionalisme, pengetahuan dalam mendeteksi kekeliruan dan pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh profesionalisme, pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan dan etika profesi terhadap pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik dalam proses pemeriksaan laporan keuangan. Data diperoleh melalui kuisioner survei yang diisi oleh akuntan senior sampai partner yang bekerja di Kantor Akuntan Publik. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa profesionalisme, pengetahuan dalam mendeteksi kekeliruan dan etika profesi berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik dalam proses  memeriksaan laporan keuangan.
Kata kunci: Profesionalisme, pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan,etika profesi dan pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.

PENDAHULUAN
Semakin meluasnya kebutuhan jasa profesional akuntan publik sebagai pihak yang dianggap independen, menuntut profesi akuntan publik untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat menghasilkan produk audit yang dapat diandalkan bagi pihak yang membutuhkan. Untuk dapat meningkatkan sikap profesionalisme dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan, hendaknya para akuntan publik memiliki pengetahuan audit yang memadai serta dilengkapi dengan pemahaman mengenai kode etik profesi.
Seorang akuntan publik dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan tidak semata–mata bekerja untuk kepentingan kliennya, melainkan juga untuk pihak lain yang berkepentingan terhadap laporan keuangan auditan. Untuk dapat mempertahankan kepercayaan dari klien dan dari para pemakai laporan keuangan lainnya, akuntan publik dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai.
FASB dalam Statement of Financial Accounting Concept No.2, menyatakan bahwa relevansi dan reliabilitas adalah dua kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna untuk pembuatan keputusan. Untuk dapat mencapai kualitas relevan dan reliabel maka laporan keuangan perlu diaudit oleh akuntan publik untuk memberikan jaminan kepada pemakai bahwa laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.
Profesionalisme telah menjadi isu yang kritis untuk profesi akuntan karena dapat menggambarkan kinerja akuntan tersebut. Gambaran terhadap profesionalisme dalam profesi akuntan publik seperti yang dikemukakan oleh Hastuti dkk. (2003) dicerminkan melalui lima dimensi, yaitu pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap profesi dan hubungan dengan rekan seprofesi.
Selain menjadi seorang profesional yang memiliki sikap profesionalisme, akuntan publik juga harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam profesinya untuk mendukung pekerjaannya dalam melakukan setiap pemeriksaan. Setiap akuntan publik juga diharapkan memegang teguh etika profesi yang sudah ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), agar situasi penuh persaingan tidak sehat dapat dihindarkan. Selain itu, dalam perencanaan audit, akuntan publik harus mempertimbangkan masalah penetapan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan dan pertimbangan awal tingkat materialitas untuk pencapaian tujuan audit.
Penelitian ini merupakan pengembangan penelitian yang dilakukan oleh Hastuti dkk. (2003). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada (1) obyek penelitian, yaitu Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ada di Jakarta. Dengan mengambil KAP di Jakarta sebagai obyek penelitian diharapkan dapat merepresentasikan KAP di Indonesia karena sebagian besar KAP big 4 dan KAP non big 4 berada di Jakarta; (2) penambahan variabel independen, yaitu pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan yang diambil dari penelitian Sularso dan Na’im (1999), dan etika profesi yang diambil dari penelitian Murtanto dan Marini (1999). Akuntan yang lebih berpengalaman akan bertambah pengetahuannya dalam melakukan proses audit khususnya dalam memberikan pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan. Selain pengetahuan, akuntan juga dituntut etika dalam profesinya sehingga pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan diberikan. Sewajarnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin membuktikan secara empiris pengaruh profesionalisme, pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan dan etika profesi terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan.

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pengaruh profesionalisme, pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan dan etika profesi terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan secara empiris?

HIPOTESIS
H1: Profesionalisme berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan.

H2: Pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan.

H3: Etika profesi berpengaruh secara positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan.

Model penelitian dapat dilihat pada Gambar 1
Gambar 1 Profesionalisme, pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan dan etika profesi terhadap pertimbangan tingkat materialitas


METODE PENELITIAN

Sunday, September 28, 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Nama Kelompok:
  •  Isye Siti Sarah              (23211746)
  • Mifta Huljannah           (24211468)
  • Nisa Nur Hikmah         (25211188)
  • Nurul Sukma Putri       (25211411)
  • Nuriyanti Oktavia         (25211357)


Judul Buku:
ETHICAL ISSUES IN ACCOUNTING (PROFESSIONAL ETHICS)

Penulis:
JOHN BLAKE, CATHERINE GOWTHORPE

Penerbit:
ROUTLEDGE

Tahun terbit:
OCTOBER 18, 1998

Synopsis:
Ethical issues in accounting offers a comprehensive and accessible introduction for students and teachers if business studies and accountancy as well as the practicing accountant.
The book covers the ethical implications of several aspects of accounting:

Saturday, May 31, 2014

TUGAS 3 BAHASA INGGRIS BISNIS 2_TUGAS INDIVIDU

1. Ketua panitia itu baru saja mengumumkan bahwa acara ini dicancel selama beberapa jam.
Seharusnya: Ketua panita itu baru saja mengumumkan bahwa acara ini ditunda selama beberapa jam.
2. Baru saja Zaky mengupload foto-fotonya ketika liburan ke Puncak.
Seharusnya: Baru saja Zaky mengunggah foto-fotonya ketika liburan ke Puncak.
3. Ketika liburan tiba, Shiddiq dan teman-temannya berencana untuk liburan ke Bali dalam rangka merefresh otaknya.
Seharusnya: Ketika liburan tiba, Shiddiq dan teman-temannya berencana untuk liburan ke Bali dalam rangka menyegarkan otaknya.
4. Sebagai istri yang baik, ia selalu mensupport suaminya dalam situasi yang genting.
Seharusnya: Sebagai istri yang baik, ia selalu mendukung suaminya dalam situasi yang genting. 
5. Selalu saja Bayu hanya meread BBM dari kakaknya tanpa membalasnya.
Seharusnya:

Tuesday, April 29, 2014

TUGAS 2 BAHASA INGGRIS BISNIS 2_TUGAS INDIVIDU

The title:
Traffic In Indonesia's Capital

Two of the most resilient features of life in Jakarta are the mini-protest and the macro-jam. Almost every day some group or other takes their grievance to the city's main landmark, the Bundaran HI traffic circle. However small the protesters' number, they end up bringing traffic to a halt all around the city's main thoroughfare.

The daily jams are not going to ease in the near future. Indeed, by most official estimates, they are likely to worsen, until sometime in 2014, when Jakarta will attain total traffic gridlock. Vehicles will take up every single inch of available space on roads and highways, leaving the city like a scene from a dystopian fantasy.

There are currently around 1.5m motorised vehicles—cars, motorcycles, buses and three-wheeled auto-rickshaws—on Jakarta's streets each day, though the roads have space for only 1m of them. Streets account for only 6.2% of the city's land mass, compared with 15-20% in New York, Tokyo or Singapore. The present growth rate of Jakarta's roads is 0.9% a year, while vehicle growth is 9%; demand is driving circles around supply.

Jakarta is estimated to lose $1 billion a year due to traffic,

Sunday, March 30, 2014

ENGLISH TASK: CULTURAL ETIQUETTE IN BUSINESS (GROUP ASSIGNMENT)

Members of the group:
1. Hidayat
2. Mifta Huljannah
3. Nisa Nur Hikmah
4. Nuriyanti Oktavia

Class: 3EB14

a. India Introduction
India is officially called Republic of India (Hindi Bharat), is located in southern Asia and is a member of the Commonwealth of Nations. India consists geographically of the entire Indian Peninsula and portions of the Asian mainland. To its north lies Afghanistan, China, Nepal, and Bhutan; to its east is Bangladesh, Myanmar (formerly known as Burma), and the Bay of Bengal; Palk Strait and the Gulf of Mannar (which separate it from Sri Lanka) and the Indian Ocean are to the south; and on the west is the Arabian Sea and Pakistan.
India is predominantly Hindu, with 81% of the population practicing that religion. Next is Muslim at 12%, Christian at 2%, and all others within the last 5% of the society. It has been found that in most cultures, their is a correlation between a country's religion and the Hofstede Dimension rankings it has. There is only one country with over 50% of its population practicing the Hindu religion – India.

b. Indian Society & Culture
Hierarchy
  • The influences of Hinduism and the tradition of the caste system have created a culture that emphasizes established hierarchical relationships.
  • Indians are always conscious of social order and their status relative to other people, be they family, friends, or strangers.
  • All relationships involve hierarchies. In schools, teachers are called gurus and are viewed as the source of all knowledge. The patriarch, usually the father, is considered the leader of the family. The boss is seen as the source of ultimate responsibility in business. Every relationship has a clear- cut hierarchy that must be observed for the social order to be maintained.


The Role of the Family
  • People typically define themselves by the groups to which they belong rather than by their status as individuals. Someone is deemed to be affiliated to a specific state, region, city, family, career path, religion, etc.
  • This group orientation stems from the close personal ties Indians maintain with their family, including the extended family.
  • The extended family creates a myriad of interrelationships, rules, and structures. Along with these mutual obligations comes a deep-rooted trust among relatives.


Just Can't Say No
  • Indians do not like to express 'no,' be it verbally or non- verbally.
  • Rather than disappoint you, for example, by saying something isn't available, Indians will offer you the response that they think you want to hear.
  • This behaviour should not be considered dishonest. An Indian would be considered terribly rude if he did not attempt to give a person what had been asked.
  • Since they do not like to give negative answers, Indians may give an affirmative answer but be deliberately vague about any specific details.  This will require you to look for non-verbal cues, such as a reluctance to commit to an actual time for a meeting or an enthusiastic response.


c. India Appearance
  • Men are generally expected to wear a suit and tie for business, although the jacket may be removed in the summer. Women should wear conservative dresses or pantsuits.
  • When dressing casual, short-sleeved shirts and long pants are preferred for men; shorts are acceptable only when exercising. Women must keep their upper arms, chest, back, and legs covered at all times.
  • Women should wear long pants when exercising.
  • The use of leather products including belts or handbags may be considered offensive, especially in temples. Hindus revere cows and do not use leather products.


d. India Behavior 
  • The head is considered the seat of the soul. Never touch someone else’s head, not even to pat the hair of a child.
  • Beckoning someone with the palm up and wagging one finger can be construed as in insult. Standing with your hands on your hips will be interpreted as an angry, aggressive posture.
  • Whistling is impolite and winking may be interpreted as either an insult or a sexual proposition.
  • Never point your feet at a person. Feet are considered unclean. If your shoes or feet touch another person, apologize.
  • Gifts are not opened in the presence of the giver. If you receive a wrapped gift, set it aside until the giver leaves.
  • Business lunches are preferred to dinners. Hindus do not eat beef and Muslims do not eat pork.


e. India Communications
  • There are more than fourteen major and three hundred minor languages spoken in India. The official languages are English and Hindi. English is widely used in business, politics and education.
  • The word "no" has harsh implications in India. Evasive refusals are more common, and are considered more polite. Never directly refuse an invitation, a vague "I’ll try" is an acceptable refusal.
  • Do not thank your hosts at the end of a meal. "Thank you" is considered a form of payment and therefore insulting.
  • Titles are very important. Always use professional titles.


f. Etiquette and Customs in India
Meeting Etiquette
  • Religion, education and social class all influence greetings in India.
  • This is a hierarchical culture, so greet the eldest or most senior person first.
  • When leaving a group, each person must be bid farewell individually.
  • Shaking hands is common, especially in the large cities among the more educated who are accustomed to dealing with westerners.
  • Men may shake hands with other men and women may shake hands with other women; however there are seldom handshakes between men and women because of religious beliefs. If you are uncertain, wait for them to extend their hand.
Gift Giving Etiquette
  • Indians believe that giving gifts eases the transition into the next life.
  • Gifts of cash are given to friends and members of the extended family to celebrate life events such as birth, death and marriage.
  • It is not the value of the gift, but the sincerity with which it is given, that is important to the recipient. 
  • If invited to an Indian's home for a meal, it is not necessary to bring a gift, although one will not be turned down.
  • Do not give frangipani or white flowers as they are used at funerals.
  • Yellow, green and red are lucky colours, so try to use them to wrap gifts.
  • A gift from a man should be said to come from both he and his wife/mother/sister or some other female relative.
  • Hindus should not be given gifts made of leather.
  • Muslims should not be given gifts made of pigskin or alcoholic products.Gifts are not opened when received.


Dining Etiquette
  • Indians entertain in their homes, restaurants, private clubs, or other public venues, depending upon the occasion and circumstances.
  • Although Indians are not always punctual themselves, they expect foreigners to arrive close to the appointed time.
  • Take off your shoes before entering the house.
  • Dress modestly and conservatively.
  • Politely turn down the first offer of tea, coffee, or snacks. You will be asked again and again. Saying no to the first invitation is part of the protocol.


There are diverse dietary restrictions in India, and these may affect the foods that are served: 
  • Hindus do not eat beef and many are vegetarians.
  • Muslims do not eat pork or drink alcohol.
  • Sikhs do not eat beef.
  • Lamb, chicken, and fish are the most commonly served main courses for non-vegetarian meals as they avoid the meat restrictions of the religious groups.
  • Much Indian food is eaten with the fingers.
  • Wait to be told where to sit.
  • If utensils are used, they are generally a tablespoon and a fork.
  • Guests are often served in a particular order: the guest of honour is served first, followed by the men, and the children are served last. Women typically serve the men and eat later.
  • You may be asked to wash your hands before and after sitting down to a meal.
  • Always use your right hand to eat, whether you are using utensils or your fingers.
  • In some situations food may be put on your plate for you, while in other situations you may be allowed to serve yourself from a communal bowl.
  • Leaving a small amount of food on your plate indicates that you are satisfied. Finishing all your food means that you are still hungry.


g. Business Etiquette and Protocol in India
Relationships & Communication
  • Indians prefer to do business with those they know.
  • Relationships are built upon mutual trust and respect.
  • In general, Indians prefer to have long-standing personal relationships prior to doing business.
  • It may be a good idea to go through a third party introduction. This gives you immediate credibility.


Business Meeting Etiquette
  • If you will be travelling to India from abroad, it is advisable to make appointments by letter, at least one month and preferably two months in advance.
  • It is a good idea to confirm your appointment as they do get cancelled at short notice.
  • The best time for a meeting is late morning or early afternoon. Reconfirm your meeting the week before and call again that morning, since it is common for meetings to be cancelled at the last minute.
  • Keep your schedule flexible so that it can be adjusted for last minute rescheduling of meetings.
  • You should arrive at meetings on time since Indians are impressed with punctuality.
  • Meetings will start with a great deal of getting-to- know-you talk. In fact, it is quite possible that no business will be discussed at the first meeting.
  • Always send a detailed agenda in advance. Send back-up materials and charts and other data as well. This allows everyone to review and become comfortable with the material prior to the meeting.
  • Follow up a meeting with an overview of what was discussed and the next steps.


Business Negotiating
  • Indians are non-confrontational. It is rare for them to overtly disagree, although this is beginning to change in the managerial ranks.
  • Decisions are reached by the person with the most authority.
  • Decision making is a slow process.
  • If you lose your temper you lose face and prove you are unworthy of respect and trust.
  • Delays are to be expected, especially when dealing with the government.
  • Most Indians expect concessions in both price and terms. It is acceptable to expect concessions in return for those you grant.
  • Never appear overly legalistic during negotiations. In general, Indians do not trust the legal system and someone's word is sufficient to reach an agreement.
  • Do not disagree publicly with members of your negotiating team.
  • Successful negotiations are often celebrated by a meal.


Dress Etiquette
  • Business attire is conservative.
  • Men should wear dark coloured conservative business suits.
  • Women should dress conservatively in suits or dresses.
  • The weather often determines clothing. In the hotter parts of the country, dress is less formal, although dressing as suggested above for the first meeting will indicate respect.


Titles 
  • Indians revere titles such as Professor, Doctor and Engineer.
  • Status is determined by age, university degree, caste and profession.
  • If someone does not have a professional title, use the honorific title "Sir" or "Madam".
  • Titles are used with the person's name or the surname, depending upon the person's name. (See Social Etiquette for more information on Indian naming conventions.)
  • Wait to be invited before using someone's first name without the title.


Business Cards
  • Business cards are exchanged after the initial handshake and greeting.
  • If you have a university degree or any honour, put it on your business card.
  • Use the right hand to give and receive business cards.
  • Business cards need not be translated into Hindi.
  • Always present your business card so the recipient may read the card as it is handed to them.



Source data: