Thursday, September 15, 2011

JUARANYA GIGIT-MENGGIGIT


Untuk usuran gigit-menggigit, buaya jagonya!
Inilah temuan dari studi yang baru pertama kali dilakukan terhadap 23 spesies buaya hidup. Studi yang dimuat dalam jurnal PloS ONE ini mengungkap bahwa kekuatan menggigit buaya bisa mengalahkan T. rex!
Gregory M. Erickson, pakar paleobiologi dari Florida State University, memimpin tim yang  melakukan uji menggigit pada buaya laut, buaya Sungai Nil, aligator, buaya Cayman, buaya Gharial, dan buaya-buaya jenis lain. Juaranya? Buaya laut berukuran 5,2 meter, yang kekuatannya saat mengatupkan rahang mencapai 16.460 newton.
Sebagai perbandingan, singa, harimau,dan hyena punya daya gigit sebesar 4,450 newton. Namun, kekuatan sebesar 890 newton saja sudah cukup untuk mengoyakkan tubuh Anda menjadi bongkahan-bongkahan daging.
Untuk memperoleh data tersebut, tim peneliti harus bergulat selama berjam-jam dengan reptil-reptil di St. Augustine Alligator Farm Zoological Park, Florida. Sekitar 10 peneliti mengeroyok satu buaya dan membujuknya untuk menggigit transduser, alat pengubah energi yang bisa mengukur daya gigit.
Transduser menunjukkan bahwa setiap spesies buaya punya kekuatan menggigit yang luar biasa besar. Ini berarti, gigitan kuat menjadi ciri umum kaum buaya, apapun jenisnya. Menurut Erickson, inilah alasan buaya bisa bertahan selama 85 juta tahun di bumi.
Laura Porro, pakar paleobiologi dari University of Chicago yang tidak ikut dalam studi tersebut, menganggap temuan itu sangat penting. “Selain memberi wawasan tentang buaya hidup, data baru ini juga bisa menyingkap fakta tentang buaya purba yang sudah punah,” ujar Porro, yang menyusun model biomekanik dari buaya prasejarah.
Benar, karena buaya modern masih amat mirip dengan buaya prasejarah, maka perkiraan terhadap daya gigit buaya prasejarah bisa dibuat. Erickson dan timnya melakukan kalkulasi dari hasil daya gigit buaya laut untuk memprediksi kekuatan Deinosuchus, buaya zaman purba yang ukurannya sebesar  limosin.
Hasilnya? Sang nenek moyang buaya diperkirakan memiliki daya gigit sebesar 102.750 newton, jauh lebih besar dari Tyrannosaurus rex, yang diduga memiliki kekuatan sebesar 57.000 newton.

Thursday, September 01, 2011

FAEDAH MENIKAH DI USIA MUDA

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan satu-satunya layak untuk disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Menunda-nunda menikah bisa merugi.

Berikut penjelasan yang bagus dari ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan -hafizhohullah- yang kami kutip dari Web Sahab.net (arabic).

Monday, August 29, 2011

IBU, SUNGGUH MULIA PERANMU

Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا}

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS an-Nisaa’:124).

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

{مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS an-Nahl:97)[1].

Sebagaimana Islam juga sangat memperhatikan hak-hak kaum perempuan, dan mensyariatkan hukum-hukum yang agung untuk menjaga dan melindungi mereka[2].

Syaikh Shaleh al-Fauzan berkata, “Wanita muslimah memiliki kedudukan (yang agung) dalam Islam, sehingga disandarkan kepadanya banyak tugas (yang mulia dalam Islam). Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi kaum wanita[3], bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wasiat khusus tentang wanita dalam kutbah beliau di Arafah (ketika haji wada’)[4]. Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktu…[5].

Tugas dan peran penting wanita