Sabtu, 19 Mei 2012

KIAT-KIAT MENJADI PENDENGAR YANG BAIK

Jadilah pendengar yang baik terlebih dahulu, nanti Anda akan menjadi seorang pembicara yang menarik, simpatik, dan andal. Untuk melatih diri menjadi seorang pendengar yang baik, coba camkan nasihat-nasihat berikut:
  1. Berhentilah dari terlalu banyak berbicara! Anda tidak bisa mendengarkan kata-kata orang lain jika terus-menerus berbicara.
  2. Berusahalah membuat lawan bicara Anda betah berkomunikasi dengan Anda dengan memberinya kesempatan untuk berkata-kata. Selain itu, doronglah dia untuk mengemukakan pendapat-pendapat atau pandangan-pandangannya terhadap permasalahan yang sedang kalian bicarakan.
  3. Perlihatkanlah sikap bahwa Anda benar-benar senang atau antusias bercakap-cakap dengannya. Tunjukkan hal itu dengan posisi, roman wajah, dan tindak tanduk Anda yang baik. Jangan membaca atau mengetuk-ngetukkan jari ketika ia sedang berbicara.
  4. Anda boleh saja mencatat pokok-pokok pikiran atau sebagian ucapan teman bicara Anda ketika dia sedang berbicara. Memang tulisan akan banyak membantu daripada sekedar mengingat. Akan tetapi, usahakan semaksimal mungkin untuk tidak sering mengalihkan pendangan Anda darinya.
  5. Berusahalah untuk meletakkan diri Anda seakan-akan juga dalam posisinya sehingga Anda lebih bisa turut merasakan perasaannya serta memahami pandangan-pandangan yang dikemukakannya. Hal ini akan membuat Anda dapat melihat permasalahan yang sedang dibahas dari sudut yang lain.
  6. Bersikap sabarlah dan berikan kesempatan yang cukup kepada lawan bicara Anda untuk berbicara. Jangan memotong kata-katanya!
  7. Berusahalah untuk tetap tenang karena kegelisahan atau kemarahan hanya akan membuat seseorang memahami secara keliru, baik sengaja maupun tidak, kata-kata orang lain.
  8. Terimalah sanggahan ataupun kritikan yang mungkin dilontarkan lawan bicara Anda terhadap kata-kata Anda dengan santai (lapang dada). Jangan beranggapan buruk karena hal itu mungkin saja ditempuhnya hanya sebagai cara mempertahankan diri, bukan untuk menyerang Anda apalagi untuk menciptakan pertengkaran.
  9. Ikuti dengan seksama sikap dan tindak tanduk lawan bicara Anda, begitu juga dengan intonasi maupun ekspresi wajahnya. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui sajauh mana keyakinan dirinya terhadap pendapat-pendapat maupun pemikiran yang dilontarkannya itu.
  10. Pergunakan komentar-komentar yang menurut Anda dapat menjadikan dialog lebih menarik dan bergairah, seperti dengan mempergunakan kalimat-kalimat pertanyaan berikut: Siapa kira-kira pencetus pendapat ini? Bagaimana Anda bisa sangat paham dengan permasalahan ini? Kenapa cara ini yang dipakai? Apakah Anda setuju dengan pendapat saya ini?
  11. Luaskanlah cakrawala keilmuan Anda sehingga diri Anda memiliki pengetahuan yang memadai tentang topik yang sedang diperbincangkan, atau setidaknya Anda hendaknya mengerti duduk permasalahannya secara umum.
  12. Sedapat mungkin hindari pengucapan kata, "Tidak."
  13. Berhati-hatilah dalam penggunaan ungkapan, "Anda salah."
  14. Jika Anda bermaksud mengingat sekumpulan nama yang tidak saling bersangkutan, maka Anda bisa menggunakan cara membuat rangkaian makna diantara nama-nama  itu, yaitu dengan mengaitkannya satu sama lain dengan suatu ikatan yang membantu kita untuk mengingatnya sekaligus. Setelah itu kita memisahkan-misahkannya lagi setelah mengingatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar